Selasa, 29 September 2015

[089] Al Fajr Ayat 003

««•»»
Surah Al Fajr 3

وَالشَّفعِ وَالوَترِ
««•»»
waalsysyaf'i waalwatri
««•»»
Dan yang genap dan yang ganjil,

 ««•»»
by the Even and the Odd,

«•»»

Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah dengan fajar, sesudah fajar yaitu waktu munculnya cahaya yang mengakhiri malam dan dimuiainya siang, pada saat terdapat beberapa keadaan, seperti manusia, binatang, dan burung-burung bersiap-siap untuk mencari rezeki yang akan dikaruniakan Allah kepada mereka. Malam yang sepuluh ialah malam sepuluh terakhir dari bulan Ramadan dan ada yang mengatakan sepuluh yang pertama dari bulan Muharam termasuk di dalamnya hari Asyura, ada pula yang mengatakan bahwa malam sepuluh itu ialah sepuluh malam pertama pada bulan Zulhijah.

Bahwa nikmat-nikmat Allah yang dikaruniakan-Nya pada hamba-Nya terjadi dengan melalui perubahan siang dan malam yang genap dan ganjil serta perubahan musim, yang dengan perubahan tersebut terdapat kemanfaatan yang tak terhingga.

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR AL AZHAR
OLEH BUYA HAMKA

««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

“Demi genap, demi ganjil.”


Segala perhitungan terdiri daripada genap dan ganjil. Yang ganjil dicukupkan oleh yang genap. Mujahid mengatakan: “Segala makhluk yang dijadikan Allah ini adalah genap; Ada darat ada laut. Ada jin ada manusia. Ada matahari ada bulan. Ada kufur ada iman. Ada bahagia ada sengsara. Ada petunjuk ada kesesatan. Ada malam dan ada siang.

Tafsiran dari Mujahid ini dapatlah diperluas lagi; Ada bumi ada langit. Ada permulaan ada kesudahan. Ada lahir ada batin. Ada laki-laki dan ada perempuan.

Adapun yang tetap ganjil atau tunggal tak ada pasangannya ialah yang Maha Esa, berdiri sendirinya, yang tiada bersekutu dengan yang lain, yaitu Allah Tuhan kita; – Qul Huwallaahu Ahad! – Katakanlah; Allah itu Esa!

Ibnu Jarir menjelaskan lagi dalam tafsirnya, bahwa Allah telah mengambil seumpah dengan yang genap dan yang ganjil. Namun Allah sendiri tidaklah menentukan yang mana genap itu dan yang mana ganjil itu. Sebab itu bolehlah kita merenungkan sendiri.

Dan boleh juga kita jadikan peringatan Allah tentang genap dan ganjil ini merenungkan betapa pentingnya hisab, atau hitungan; sejak dari hitungan biasa sampai kepada mathematik atau wijskunde tertinggi yang selalu menjadi turutan dari yang ganjil dan yang genap, dan dengan ilmu hitung yang tinggi itu sampailah kita kepada kesimpulan, bahwa hanya ganjil juga permulaan hitungan, baik dipandang dari segi ilmu hitung, ataupun dari segi ilmu ukur. Dan pada SATU juga penutupnya. Dari Satu dimulai dengan SATU disudahi.


««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
TAFSIR JALALAIN
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»

(Dan yang genap) atau tidak ganjil (dan yang ganjil) dapat dibaca Al-Watr dan Al-Witr, artinya ganjil.
««•»»
and [by] the even, the pair, and the odd (read watr or witr, two [alternative] forms), the single,
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
[AYAT 2][AYAT 4]
[KEMBALI]
««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»««•»»
3of30
Sumber: Yayasan Indonesia Membaca http://www.indonesiamembaca.net
http://www.al-quran-al-kareem.com/id/terjemahan/Tafsir-Jalalayn-indonesian
http://www.altafsir.com/Tafasir.asp?tMadhNo=0&tTafsirNo=74&tSoraNo=89&tAyahNo=3&tDisplay=yes&UserProfile=0&LanguageId=2 
http://al-quran.info/#89:3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar